Portal Berita Papua Barat

Eks Bupati Sorsel Tak Kunjung Ditahan, Sikap Polda PB Dipertanyakan

0 117
Eks Bupati Sorsel, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Filep Wamafma.S.H.M.Hum,
Eks Bupati Sorsel – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Filep Wamafma,S.H.,M.Hum. (Foto: Ist)

Manokwari,Papuabaratoke.com – Eks Bupati Sorsel.  Sikap Profesionalitas Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, kembali dipertanyakan sejumlah pihak. Lantaran dinilai seakan tebang pilih dalam menegakkan tindakan hukum.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Manokwari, Filep Wamafma,S.H.,M.Hum, mengharapkan  Kapolda Papua Barat berani bersikap profesional. Salah satunya terkait penanganan dugaan korupsi pengadaan kapal cargo di Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) yang menjadikan mantan bupati Sorsel Drs Otto Ihalauw, M.A sebagai tersangka.

Dimana Otto Ihalauw yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Direktorat Reserse dan kriminal khusus (Ditrekrimsus) Polda Papua Barat sejak 2017  lalu, hingga kini tak pernah memenuhi panggilan penyidik dan bebas berkeliaran hingga ke luar provinsi.

Wamafma mengatakan, Ihalauw seakan sakti dan selalu beralasan mengikuti kegiatan-kegiatan oenting hingga mengabaikan panggilan penyidik kepolisian.

Tak hanya itu, sebut filep, mantan bupati Sorsel dua periode itu, menjadikan tameng Kementrian Desa dan Mendagri sebagai alasan untuk menghindari panggilan penyidik. Dan ironisnya pihak Polda Papua Barat tak secara transparan menyampaikan argumentasi atau dalil hukum terkait upaya hukum terhadap Otto.

“Jika tidak dilakukan penahanan terhadap Otto Ihalauw maka akan muncul persepsi baru bahwa ada apa dibalik ini semua. Tentu akan menimbulkan berbagai pertanyaan masyarakat. Sikap Polda PB wajar dipertanyakan. Karena itu Polda PB jangan terkecoh dengan skenario yang dimainkan Otto Ihalauw”
cetus Wamafma kepada wartawan di Kantor Gubernur Papua Barat, Arfai, Selasa (16/01/2018).

Filep juga mempertanyakan soal informasi bahwa berkas perkara kasus dugaan korupsi pengadaan kapal cargo Sorsel Indah ini akan dilimpahkan ke Bareskrim Polri untuk dilakukan penyidikan.

“Apa yang menjadi pertimbangan hukum, apakah kasus ini merupakan kasus luar biasa? Ataukah kasus ini melibatkan orang pusat? Saya pikir tidak ada cara atau upaya hukum lain kalau perkara ini tidak mampu ditangani oleh Polda Papua Barat barulah dilanjutkan ke Bareskrim Polri. Saya pikir tidak susah, tinggal dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka, tidak susah kok” ucap Filep.

Baca Juga:  HUT PI ke-163, Diharapkan Wujudkan Papua Barat Yang Aman, Sejahtera dan Bermartabat

Pasalnya, pihak ketiga yang melakukan pengadaan kapal cargo berinisal HN sudah ditetapkan sebagai tersangka, kemudian berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua Barat, sedangkan Otto Ihalauw yang merupakan tersangka utama tidak bisa memenuhi panggil penyidik.

“Bagi saya jika perkara ini dilimpahkan ke Bareskrim Polri berarti dengan sendirinya dinilai bahwa Polda Papua Barat tidak mampu untuk melaksanakan upaya penegakan hukum tindak pidana korupsi khusus kasus Otto Ihalauw” tambahnya.

Sementara Direktur Reskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Budi Santoso,S.IK saat dikonfirmasi Papua Barat Pos melalui telpon celulernya, Selasa (16/01/2018) tidak direspon.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!