Portal Berita Papua Barat

Hina Institusi Kepolisian, Dua Pemuda di Manokwari Diciduk Polisi

0 890
Hina Institusi Kepolisian
Ilustrasi Hate Speech. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Hina Institusi Kepolisian.  Nasib apes dialami 2 pemuda, masing-masing Indra Lalik (20) dan Darius Tirirbo (30). Warga Taman Ria dan Swapen Perkebunan ini harus berurusan dengan aparat kepolisian lantaran postingan di akun facebook pribadi mereka dinilai menghina dan mencaci maki institusi kepolisian.

Kedua pelaku ditangkap Tim Ditreskrimsus Polda Papua Barat di kediaman masing – masing pada Jumat (19/1/2018) malam. Dirkrimsus Polda Papua Barat, Kombespol Budi Santoso, dikonfirmasi Papuabaratoke.com, Sabtu (20/1/2018) pagi membenarkan penangkapan kedua pemuda ihwal penyalahgunaan media sosial tersebut.

“Kita gerak cepat saat anggota menerima laporan adanya dugaan penyalahgunaan medsos itu. Langsung kita ciduk dan tangkap, “ujar Budi.

Adapun Kronologis singkat kejadian dengan pelaku atas nama Indra Lalik terjadi, pada hari kamis tanggal 18 Januari 2018 sekitar pukul 14.30 WIT.

Polisi Tim Cyber Ditreskrimsus Polda Papua Barat, menciduk akun facebook atas nama INDRALAL SATUKOSONGSEMBILAN, karena telah meng-upload status melaui instragram yang di setting ter-update pada akun facebook pribadi, dengan kata kata : PERSETAN DENGAN POLISI!!!. Dengan latar belakang kantor baru Polda Papua Barat. Dan akun medsos instagram INDRALAL109 mengupload status dengan kata – kata FUCK THE POLICE!!! Dengan latar belakang yang sama, yakni kantor Polda baru. 

Hina Institusi Kepolisian
Hina Institusi Kepolisian – Indra Lalik saat dimintai keterangan oleh Tim Ditreskrimsus Polda Papua Barat. (Foto: Istimewa)

Sementara pelaku lainnya, Darius Tirirbo, dengan kronologi terjadi pada Rabu 17 Januari lalu, sekitar pukul 08.04 WIT. Pasalnya, akun facebook atas nama BEMHI RINYA, telah meng-upload status dengan kalimat ” POLISI DI PAPUA BARAT DIGAJI OLEH NEGARA UNTUK MAKAN TIDUR.

Hina Institusi Kepolisian
Hina Institusi Kepolisian – Darius Tirirbo saat dimintai keterangan oleh Tim Ditreskrimsus Polda Papua Barat. (Foto: Istimewa)

Kata Budi, saat ditangkap, kedua pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui telah menghina dan memaki polisi melalui akun facebook miliknya. Budi menuturkan, kedua pelaku ditangkap karena telah menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) kepada institusi Polri.

Baca Juga:  Dandes Tanpa LPJ Bakal Dipending

“Berdasarkan postingan hate speech itu, saat ini para tersangka sementara ditahan di Polda sambil menunggu pengembangan penyelidikan lebih lanjut, “ucapnya.

Para Pelaku, lanjut Budi, dijerat dengan UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Pasal yang disangkakan kepada para tersangka, kita kenai pasal 27 ayat (3) dan pasal 45 ayat (3) UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE atas perubahan dari UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE,” katanya lagi.

Dalam kesempatan ini, Budi mengimbau kepada seluruh pengguna media sosial, agar bijak dalam berinteraksi di media sosial. “Sedikit komentar negatif bisa ditindak pidana,” pesan Budi mengingatkan.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Razid Ftahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!