Portal Berita Papua Barat

Aktivitas Di Kantor Bawaslu Kembali Normal

0 9
Aktivitas Di Kantor Bawaslu Kembali Normal
Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Papua Barat, La Bayoni ( photo : ARF/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.comAktivitas Di Kantor Bawaslu Kembali Normal.  Suasana di Kantor Bawaslu Provinsi Papua Barat sudah nampak kembali normal.
Pantauan PBOke (Papuabaratoke.com), Rabu (20/9/2017) siang, aktivitas pegawai sudah berjalan seperti hari-hari biasa.

Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Papua Barat, La Bayoni, mengakui pascainsiden yang disertai penyegelan kantor. Aktivitas pegawai lumpuh. Senin (18/9/2017) lalu, kantor Bawaslu disegel. Penyegelan yang dilakukan sejumlah pegawai, masih dilakukan hingga saat ini.

“Semua pegawai sudah masuk dan bekerja. Sikap reaktif pegawai yang berujung pada penyegelan kantor dilatarbelakangi ketidakpuasan atas penetapan anggota Bawaslu Papua Barat,” katanya.
Pleno penetapan keanggotaan Bawaslu Papua Barat dilakukan 17 September lalu. “Saya sudah jelaskan bahwa penetapan adalah menjadi kewenangan Bawaslu RI,” katanya.

Permasalahan ini, lanjutnya, sudah dilaporkan ke Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu RI. Dia mengaku juga sudah melaksanakan petunjuk Bawaslu RI.
“Laporan lisan telah disampaikan. Sementara laporan resmi baru akan dikirimkan hari ini ke Sekjen Bawaslu RI,” ujar dia.

Sebagai Kepala Sekretsriat, La Bayoni mengatakan telah mengambil langkah-langkah penyelesaian masalah. Itu diawali dengan melakukan pertemuan bersama 2 komisioner Bawaslu. Yakni Isak Waramori dan Syors Prawar.
“Saya juga sudah menggelar pertemuan dengan pegawai yang melakukan penyegelan,” tuturnya.

Aktivitas Di Kantor Bawaslu Kembali Normal
Aktivitas pegawai di sekretariat kantor Bawaslu Provinsi Papua Barat (photo : ARF/PBOke)

Meski aktivitas pegawai telah kembali normal. Segel yang menggunakan bambu masih terpasang di pintu depan kantor. Para pegawai masuk ke dalam ruang kerja melalui pintu samping dan belakang yang terdapat di beberapa sisi gedung kantor.
“Point yang disepakati dalam rapat adalah meminta aparat kepolisian ditarik, berikutnya aktivitas tetap seperti biasa tetapi pemalangan dengan simbol adat harus dibuka dengan prosesi adat,” tandasnya.

Baca Juga:  84 Nama Calon Anggota MRP PB Belum Diserahkan Ke Gubernur

Menurut penjelasan La Bayoni, isiden yang terjadi tidak menimbulkan kerugian materil yang signifikan. Hanya krusakan baliho sebanyak 12, meja kerja 4 unit ditambah kursi dan sofa.
“Tidak banyak kerugian. Tidak ada data penting yang hilang. Sudah ada antisipasi sebelumnya,” ujar La Bayoni lagi.

Menyangkut batas waktu pembukaan segel kantor, dia menambahkan belum diputuskan dalam rapat yang telah digelar.  “Pegawai meminta pimpinan Bawaslu RI yang datang ke Papua Barat. Dan jelaskan soal hasil keputusan terkait penetapan keanggotaan. Karena saya tidak punya kapasitas untuk memberikan penjelasan,” pungkasnya. (ARF/ PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!