Portal Berita Papua Barat

Lagi, Kantor Bawaslu Papua Barat Disegel

0 28
Kantor Bawaslu Papua Barat Disegel
Kantor Bawaslu Papua Barat Disegel – Kantor Bawaslu Provinsi, Kamis (5/10/2017) siang, kembali disegel.(Photo: ARF/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.comKantor Bawaslu Papua Barat Disegel. Kantor Bawaslu Provinsi, Kamis (5/10/2017) siang, kembali disegel. Aksi segel ini dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang dipelopori oleh Forum Demokrasi dan HAM Provinsi Papua Barat.

Ketua Forum Demokrasi dan HAM, Pdt. Akuila Maryen mengatakan, penyegelan kantor Bawaslu ini dilakukan karena, pihak keluarga mendiang Philatus Rumkorem (eks ketua bawaslu) sebelumnya tidak terima karena dituding yang bertanggungjawab atas pengelolaan dana operasional Bawaslu Provinsi Papua Barat senilai Rp 19 miliar.

“Kami minta Ketua Bawaslu segera pertanggungjawabkan dana 19 miliar. Kami akan bawa dan laporkan permasalahan ini ke Polda Papua Barat, Kejaksaan, Ombudsman (perwakilan Papua Barat), dan Guberbur Papua Barat serta DPR Papua Barat,” ujarnya.

Dana sejumlah 19 miliar itu, belakangan dipersoalkan karena diindikasikan terjadi penyelahgunaan dan mengarah pada tindak pidana korupsi. Permasalahan dana ini sempat mengemuka dan menimbulkan ketegangan antara sejumlah staf sekretariat Bawaslu dengan Alfredo. Aksi segel kantor pun sempat dilakukan. Namun, saat itu persoalan ini sudah dimediasi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Kata Akuila, keluarga merasa tidak puas dan marah atas pernyataan yang diduga disampaikan oleh Ketua Bawaslu terpilih (Alfredo Ngamelubun) yang dilansir beberapa media massa di daerah ini.

“Dana Rp 19 miliar ini harus dipertanggungjawabkan secara hukum. Secara adat, keluarga menuntut dia (Alfredo) membayar denda Rp 5 miliar karena menunding mendiang Pak Rumkorem yang menggunakan dana tersebut,” bebernya.

Akuila menegaskan, selama tuntutan keluarga belum dipenuhi maka, tidak boleh ada aktivitas di lingkungan kantor Bawaslu Provinsi Papua Barat. “Tidak boleh ada yang membuka segel. Segel ini bisa dibuka jika tuntutan keluarga dipenuhi dan dana 19 miliar rupiah ini bisa dipertanggungjawabkan,” ucap Akuila.

Baca Juga:  KPU PB Nyatakan Nasdem Penuhi Syarat Faktual

Pantauan PBOke (papuabaratole.com), massa aksi melakukan penyegelan dengan menggunakan bambu berdaun pada sejumlah pintu masuk yang terdapat di beberapa sudut kantor. Pintu pagar kantor juga ikut disegel dengan menggubakan rantai besi dan gembok. Akibat aksi ini aktivitas pegawai di kantor itu lumpuh total. Aparat keamanan berseragam juga tak nampak pada saat kejadian. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!