Portal Berita Papua Barat

John Tulus: KKKS Wajib Perhatikan Esensi Otsus di Wilayah Kerja Migas

0 82
Esensi Otsus di Wilayah Kerja Migas
Esensi Otsus di Wilayah Kerja Migas – Jhon Tulus, Mantan wartawan senior yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas ESDM Provinsi Papua Barat. (Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Waisai, Papuabaratoke.com – Esensi Otsus di Wilayah Kerja Migas.  Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Papua Barat wajib memperhatikan esensi Otonomi Khusus (Otsus) dalam melaksanakan kegiatan industri hulu migas.

Esensi itu adalah pengakuan, penghormatan, pemberdayaan dan keperpihakan terhadap orang asli Papua bersama hak-hak masyarakat adat ataupun hak ulayat.

Demikian dijelaskan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Barat John Tulus saat saat kegiatan Workshop Perijinan dan Pertanahan yang digelar SKK Migas Papua-Maluku, di Sorong, Papua Barat, Senin(19/3).

Dihadapan peserta yang terdiri dari KKKS Petrogas, Pertamina, Mont’Dor, Genting Oil dan BP Tangguh, John Tulus menegaskan, spirit Otonomi Khusus sudah jelas dalam UU Nomor 21 Tahun 2001.

Oleh karena itu, kata dia, pengambil kebijakan dan keputusan di SKK Migas serta high manager perusahaan2 migas tidak memahami regulasi yang mengatur tentang migas termasuk pertanahan tetapi juga perlu mendalami Undang-undang Otonomi Khusus.

Baca Juga:  Kapan Perdasus DBH Migas Hadir ?

Dengan demikian, maka keputusan dan kebijakan yang diambil tidak merugikan dan tidak mengabaikan hak- hak masyarakat adat disekitar wilayah kerja migas.

“Kepada SKK Migas Papua Maluku, diharapkan untuk mendata dan memetakan masalah2 sosial disekitar wilayah kerja migas yang belum diselesaikan sehingga bisa dicari langkah2 penyelesaiannya bersama kementerian ESDM, SKK Migas Pusat dan Kementerian/Lembaga terkai serta Pemda, mengingat sektor migas merupakan kewenangan pemerintah pusat,” tambah John Tulus.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!