Portal Berita Papua Barat

Raja Ampat Butuh 285 Tahun Lagi Jadi Tuan Rumah Sidang Sinode

0 5

Waisai, Papuabaratoke.com – Suasana pelaksanaan Sidang Sinode ke- 17 se-Tanah Papua di Kabupaten Raja Ampat bulan maret lalu, seakan terulang kembali.

Tugu Sidang Sinode yang dibangun para panitia terdahulu, dibuat dan diresmikan tepat di depan kantor Klasis GKI.

Mantan ketua panitia Sidang Sinode R4, Markus Wanma, mengungkap pembangunan tugu ini memakan waktu selama 68 hari kerja, dengan total anggaran pembangunannya sebesar 436 Juta Rupiah.

Terpisah, Sekretaris BPAM Sinode Papua, Pdt. Naikere, menuturkan Pembangunan tugu ini tujuannya selain menjadi Ikon Raja Ampat juga sebagai pengingat untuk generasi Raja Ampat mendatang. “sehingga generasi penerus nantinya mengetahui jika Raja Ampat juga pernah sebagai tuan rumah Sidang Sinode se-Tanah Papua,”.

Selain iyu juga Ia mengaku butuh waktu yang sangat lama jika Raja Ampat ingin kembali menjadi tuan rumah pelaksana sidang ini.

“Di Tanah Papua Terdapat 57 Klasis. Jika terulang kembali, butuh 285 tahun lagi Raja Ampat kembali menjadi tuan rumah acara seperti ini,” terang Pdt.Naikere.

Keberadaan tugu ini diharapkan menjadi perekat hubungan antara Pemerintah Daerah, Adat dan Agama serta kearifan lokal dalam berkarya untuk Papua.

Kepala Kesbangpol yang mewakili Bupati Raja Ampat, Saiful Sangadji, menilai pembangunan tugu ini menjadi prestasi para mantan panitia pelaksana sidang.

“Pemerintah Daerah tetap menjalin kerjasama dengan Gereja dalam program pembangunan di Kabupaten Raja Ampat. Terus berkarya dengan nilai-nilai Injili, sebagai wujud Rumah Bersama untuk Raja Ampat yang lebih baik, Maju dan Sejahtera,” tandas Saiful.(CMT/PBOKe)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!