Portal Berita Papua Barat

Doa Kebangsaan Di Kodam Kasuari, Berbeda Tapi Kita Tetap Satu

0 58

Manokwari, Papuabaratoke.com – Keberagaman agama dengan berbagai perbedaan, tidak menyulut semangat ratusan warga yang hadir di Makodam XVIII Kasuari Papua Barat, Kamis (17 Agustus 2017) sore.

Mereka berbaur menjadi satu saat Doa Kebangsaan yang digagas Kodam XVIII Kasuari dan Polda Papua Barat. Pangdam XVIII Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, mengatakan, Indeonesia memiliki berbagai keberagaman, baik agama dan adat-istiadat dan kearifan lokal daerah masing-masing.

“Di Papua Barat sendiri memiliki beragam suku dan budaya. Tapi, kita semua tetap satu dalam bingkai NKRI. Semangat dan persatuan kita tetap terjaga dengan baik sampai saat ini,” ujarnya.

Ia berharap kebersamaan antar umat beragama di Papua Barat tetap terjalin indah, meski dengan berbagai perbedaan agama, budaya serta latar belakang masing-masing individu.

Senada, Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja, menambahkan sehat jasmani dan rohani, terutama saat perayaan HUT Kemerdekaan RIke-72, menambah kepercayaan jika Bangsa Indonesia kuat dan tangguh.

Kasdam XVIII Kasuari Papua Barat, Brigjen TNI Purnawan, menambahkan, kegiatan Doa Kebangsaan merupakan perintah Panglima TNI, agar kesatuan dan persatuan dalam Bhineka Tunggal Ika, terwujud dengan baik.

“Kegiatan ini juga merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kebersamaan antara aparat TNI/Polri dengan masyarakat,” bebernya.

Doa Kebangsaan ini melibatkan ratusan warga dari 5 agama, Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Buda. Warga nampak antusias mengikuti ibadah yang digelar secara terpisah di Makodam Kasuari.

Warga beragama Islam, menggelar doa bersama di Masjid, sementara yang beragama Kristen Protestan, beribadah di bawah tenda, tepatnya di belakang kantor Makodam. Ibadah bagi penganut agama Katolik digelar di Aula Makodam, sementara Agama Hindu dan Buda, digelar di lantai satu dan dua Kantor utama Makodam.

Baca Juga:  Jelang Penjemputan Presiden Jokowi, Bandara DEO Sorong Disterilkan

Usai ibadah, semua umat berkumpul di depan Kantor Makodam, sekaligus mengikuti penurunan Bendera Merah Putih. Pekik kata Merdeka, hidup Papua Barat dan Hidup masyarakat Papua, berkumandang sebagai akhir kegiatan. (THIAS/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com