Portal Berita Papua Barat

Gereja Bertanggung Jawab Lestarikan Keturunan Asli Papua

0 126
Lestarikan Keturunan Asli Papua
Lestarikan Keturunan Asli Papua – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, saat memberikan sambutan pada kegiatan Saresehan Wanita dan Pria GPDP se -Tanah Papua, di Aula Kampus Unipa Manokwari, Minggu (4/2/2018) siang. (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Lestarikan Keturunan Asli Papua.  Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise, mengatakan, semua pihak ber- tanggung jawab untuk menyelamatkan dan melestarikan keturunan asli anak Papua, di Tanah Papua.

Hal itu, tegas Menteri Yembise termasuk di dalamnya adalah pihak gereja, harus mampu melakukan hal tersebut. Sebab, gereja tidak saja bersentuhan dengan kehidupan mental spiritual, namun gereja juga punya andil terhadap lahirnya regenerasi muda Papua yang harus mampu bersaing di era globalisasi yang semakin berkembang ke depan.

“Gereja selain mempunyai kewajiban untuk membina mental dan karakter dari anak-anak Tuhan agar tidak terjerumus dalam dosa, atau memiliki mental kehidupan yang hidup takut akan Tuhan. Penting, kehadiran gereja di tengah kehidupan masyarakat harus mampu sebagai wadah organisasi yang menyelamatkan generasi anak papua asli untuk tetap menjadi tuan di negerinya,” ucap Menteri Yembise saat memberikan sambutan pada kegiatan Saresehan Wanita dan Pria GPDP se -Tanah Papua, di Aula Kampus Unipa Manokwari, Minggu (4/2/2018) siang.

Kata menteri, pembangunan bidang agama di Tanah Papua harus mampu mengimbangi pengaruh era globalisasi serta memainkan peran strategis dalam pembangunan nasional.

“Agama hadir sebagai sumber nilai spiritual, moral dan etika bagi kehidupan berbangsa dan bernegara; penghormatan dan perlindungan atas hak dan kebebasan beragama sebagai bagian dari hak asasi warga negara; kedudukan beragama dan tata kelola kehidupan beragama, pengembangan karakter dan jati diri bangsa. Sehingga tugas Gereja harus mampu mengedukasi masyarakat adat – lokal, untuk mampu bersiap menghadapi kehidupan peningakatan zaman yang selalu berkembang,” ungkap Menteri Yembise.

Menteri Yembise juga menegaskan, gereja wajib untuk melakukan tugasnya sesuai amanah dan tanggung jawab yang berlandaskan terhadap harapan dan firman, untuk selamatkan regenerasi Papua.

Baca Juga:  Gubernur: Keputusan Final, Jika 42 Nama berubah Saya Lepas Tangan

“Saya mau jemaat GPDP menjadi icon dan model contoh untuk menjaga kelestarian keturunan perempuan dan anak Papua. Saya mau setiap keturunan asli anak Papua yang mewakili identitas wilayah adatnya tetap ada di Bumi Kasuari dan Cendrawasih, Tanah Papua, satu dalam kebhinekaan dan Pancasila,”
tandasnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
error: Content is protected !!