Portal Berita Papua Barat

HUT Pekabaran Injil Wujud Penghayatan Toleransi Beragama untuk Keutuhan Bangsa

0 118
Parade Sambut HUT PI, HUT Pekabaran Injil
HUT Pekabaran Injil – Parade Sambut HUT PI – Barisan Parade rohani menyambut perayaan HUT Pekabaran Injil (PI) ke -163 tahun di Tanah Papua, yang jatuh pada 5 Februari 2018 mendatang, berjalan meriah dan penuh sukacita, Sabtu (3/2/2018).(Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – HUT Pekabaran Injil.  Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, S.IK mengajak masyarakat untuk menghayati hikmah Pekabaran Injl (PI), juga sebagai perwujudan nilai-nilai toleransi bergama dan semangat menjaga keutuhan bangsa.

“Masyarakat (Manokwari) agar tidak terpengaruh dengan paham dan isu yang bertentangan dengan UUD 1945 dan Pancasila yang bermuatan politik. Ini (pekabaran injil) adalah wujud penghayatan toleransi bergama untuk menjaga keutuhan bangsa,” kata kapolres, Minggu (4/2/2018).

Amankan HUT PI Ke-163
Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, S.IK.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Kapolres berharap, melalui momentum HUT PI ke 163 di Tanah Papua yang masuk melalui Pulau Mansinam yang dirintis dua evangelis pelayan Tuhan Ottow dan Geisler pada 5 Februari 1855 silam.

Menjadi semangat untuk menyelematkan hidup – dan kehidupan setiap orang yang percaya akan kebenaran, dapat hidup rukun dan saling menghormati, menghargai, serta sama-sama menjaga keutuhan bangsa – satu dalam bingkai NKRI.

“Tetaplah kita rukun menjaga keutuhan NKRI. Peringatan HUT injil bukanlah hal baru, namun sebagai tanda bahwa semangat pekabaran injil itu harus dihayati dengan benar oleh setiap agama yang ada, untuk menjadi orang baik, yang mau berdaulat hidup rukun dan cinta damai,” tutur Kapolres.

Untuk itu, HUT PI ini jangan diciderai dengan menebar isu negatif di kalangan masyarakat atau wisatawan yang datang dan hendak menikmati serta mengikuti prosesi keagamaan tersebut.

Dalam situasi dan kondisi Manokwari yang relatif kondusif, Kapolres tak menampik bahwa, masih saja ada sekelompok orang yang dengan sengaja menggelindingkan isu.

Isu itu bertujuan agar, masyarakat merasa ketakutan dan tidak percaya lagi kepada pemerintah. Mantan Kapolres Kaimana ini juga berpesan,  apabila masyarakat memperoleh informasi dan berita dari sumber yang tidak jelas perlu untuk dilakukan cek and ricek sebelum ikut menyebarluaskan informasi tersebut.

Baca Juga:  Naik Pangkat, ASN Pemprov Dilarang ‘Tikung’ Ke Tempat Lain

“Seolah-olah kejadian itu benar tetapi sesungguhnya adalah rekayasa. Jangan mudah untuk dipercaya, selain mengecek sumber kebenaran informasi tersebut. Kita juga harus bijak menggunakan media social,” ungkapnya.

Meski saat ini adalah era demokrasi yang menjujung tinggi kebebasan berpendapat. Kapolres menambahkan, kebebasan itu hendaknya digunakan dalam koridor aturan yang berlaku.

“Bijak dan taatlah pada aturan ber-negara agar kita semua terhindar dari masalah hukum demi mewujudkan kehidupan masyarakat Manokwari yang aman, damai, dan harmonis,”imbuh Kapolres.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com