Portal Berita Papua Barat

Idul Adha Dan Pengorbanan Yang Besar Sebagai Rahmat

0 4

Manokwari, Papuabaratoke.comUztad Baharuddin Sabollah,mengajak umat muslim di Manokwari, meninggalkan sikap tamak, iri hati dan mau menang sendiri.

“Yang dikorbankan adalah sikap-sikap dengki dan iri hati, tamak dan mau menang sendiri. Ibadah haji adalah membuktikan kepatuhan kepada Allah,” terangnya, Jumat (1 September 2017).

Ajakan ini diserukan saat shalat Idul Adha di Lapangan Borarsi Manokwari. Menurutnya, pujian dan seruan mengingatkan umat akan berkat yang diperoleh dalam kehidupan.

Berkurban menurutnnya seperti yang dilakukan Nabi Ibrahim terhadap anknya Ismail. Meski menyayangi anak dan isterinya, Nabi Ibrahim tetap rela mengurbankan anaknya kepada Allah.

“Pengorbanan yang besar seperti dilakukan Nabi Ibrahim, mengajarkan kita semua. Pengorbanan yang luar biasa adalah rahmat yang besar,” jelasnya.

Ditambahkan, kedudukan, harta dan jabatan serta hawa nafsu, harus dikurbankan oleh manusia. Sebaliknya, jangan sekali-kali mengurbankan nilai kemanusiaan. “Ucapan takbir bermakna kesaksian yang besar. Pujian dan seruan yang mengingatkan akan berkah yang didapat dari-Nya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan PBOke (www.papuabaratoke.com) sebelumnya, pelaksanaan Shalat Ied di Lapangan Borarsi berjalan aman dan lancar. Ribuan jamaah memenuhi lapangan sejak pukul 06.00 WIT.

Dari informasi yang didapat PHBI menyiapkan 460 ekor sapi dan 32 ekor kambing untuk harai raya Idul Adha tahun ini. semua hewan kurban ini sudah disebar ke sejumlah tempat pemotongan hewan kurban, termasuk masjid dan Lapas Kampung Ambon. (ARN/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!