Portal Berita Papua Barat

Ini Ungkapan Hati Cicit Ottow dan Geisler Kepada Orang Papua di HUT PI

0 816
Cicit Ottow dan Geisler
Cicit Ottow dan Geisler – Saat mengungkapkan isi hatinya lewat sambutan yang diterjemahkan oleh Wakil Ketua Majelis Dewan Pertimbangan Persatuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt. Phil Karel Erari, pada perayaan HUT PI ke -163 tahun di tanah Papua, yang digelar di pulau Mansinam, Senin (5/2/2018). (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Cicit Ottow dan Geisler.  Cicit dari kedua rasul orang Papua, Carl Wilhelm Ottow dan Johann G Geisler, yang menghadiri ibadah perayaan HUT PI ke-163 tahun di tanah Papua yang dipimpin oleh Pdt. Rainer Sceuneman di Pulau Mansinam Manokwari – Papua Barat, tersebut, Senin (5/3/2018) penuh khidmat.

Pantauan langsung Papuabaratoke.com usai ibadah HUT PI yang dihadiri ribuan masyarakat jemaat Tuhan dari berbagai macam denominasi gereja di tanah Papua tersebut mendapatkan kesan yang membuat dari cicit Ottow dan Geisler mengungkapkan isi hatinya lewat sambutan yang diterjemahkan oleh Wakil Ketua Majelis Dewan Pertimbangan Persatuan Gereja-gereja di Indonesia, Pdt. Phil Karel Erari.

Lewat sambutannya Hans Ottow cicit dari Carl Wilhelm Ottow menuturkan dahulu teteknya (kakek) datang di tanah Papua dengan biji yang kecil, namun kini telah tumbuh menjadi besar.

“Hari ini kami lihat bahwa Injil yang kakek kami tabur telah bertumbuh besar, setelah dua hari kami berada di sini kami bisa merasakan bagaimana Injil yang kakek kami beritakan sesuatu yang sangat berarti untuk orang Papua. Meski mereka dulu banyak mengalami tantangan. Untuk itu kami sangat bangga dengan adanya semangat yang diekspresikan lewat Ibadah HUT PI hari ini,” ucapnya.

“Saya juga merasakan bahwa ada banyak tantangan bagi Papua, tapi ada harapan bagi orang Papua karena Injil. Saya bangga karena telah melihat iman dari orang Papua yang telah dimuntahkan pada saat Ibadah hari ini,” pinta Hans Ottow yang di terjemahkan oleh Pdt. Phil Karel Erari.

Selanjutnya Yohans Geisler, cicit dari Yohan G. Geisler juga mengucapkan apresiasi atas penghargaan atas sambutan yang berikan orang Papua pada HUT PI ini.

“Kami juga tak lupa mengucapkan banyak trimakasih kepada Sultan Ternate yang memberikan perahunya untuk membawa tetek (kakek) kami. Dan setelah mengabarkan Injil di Papua, kakek saya (Geisler) kembali ke Jerman karena sakit ketika 28 hari di Jerman ia meninggal dengan meninggalkan istri dan anaknya Agusta bles dan Gustaf Adolof wiliem Geisler sendiri di Ternate,” ucapnya.

Menurut dia, kakeknya ketika ke Jerman, ingin kembali melayani di tanah Papua namun sayang Tuhan telah memanggilnya. Dan ia percaya bahwa kakeknya Johan G. Geisler saat ini tersenyum melihat Iman orang Papua yang bertumbuh.

“Terimakasih untuk semua perhatian dan kita tahu bahwa Injil dan iman, Papua di selamatkan. Terimakasih,” tutup cicit Geisler mengakhiri sambutannya yang di terjemahkan oleh Pdt. Phil K.Erari

Cicit Ottow dan Geisler
Cicit Ottow dan Geisler – Hans Ottow dan Yohans Geisler cicit dari kedua rasul orang Papua (Tengah). (Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)

Baca Juga:  PAM HUT PI Sukses, Kapolres : Terimakasih, Ini Atas Kerjasama Semua Pihak

Pdt. Phil K.Erari, menambahkan, tempat tinggal negara cicit dari kedua Rasul orang Papua tersebut Hans Geisler tinggal di Australia kota Geisbreg dan Yohans Ottow tinggal di Outlend New Zeland

“Hal Ini menjadi satu anugrah dan sukacita sebagai tanda bahwa kasih Tuhan terus mengikat kita di dalam cinta dan rahmat Tuhan bagi kita,” tutupnya.

Penulis : Clemens Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com