Portal Berita Papua Barat

Manajemen PT SDIC Diduga Larang Karyawan Beribadah, Ketua MUI PB: Itu Praktik Komunis !

0 54
Ketua MUI Papua Barat, Ahmad Nausrau
Manokwari, Papuabaratoke.com Praktik Komunis.  Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat bersama pengurus gereja, bakal menelusuri praktik pelarangan ibadah yang terjadi di area kerja PT SDIC Papua Cement Indonesia Manokwari, Papua Barat.

Ketua MUI Papua Barat, Ahmad Nausrau, mengaku sudah mendapat laporan terkait manajemen perusahaan semen tersebut, yang melarang karyawan baik beragama Islam maupun Kristen untuk beribadah.
“Jika benar itu terjadi di Manokwari, berarti ada praktik Komunis di perusahaan tersebut. Ini pelanggaran terhadap Pancasila,” tegasnya, Senin (25/9/2017).

Terkait hal ini, ia mengaku akan segera mungkin berkoordinasi dengan Klasis, Sinode maupun organisasi gereja di Manokwari. Menurutnya, praktik melarang ibadah seperti ini harus dihilangkan.
Manajemen PT SDIC Papua Cement Indonesia, akan diminta klarifikasi terkait larangan ibadah bagi karyawan di perusahaan yang baru beroperasi sekitar setahun tersebut.

“Kalau terbukti benar, perusahaan harus ditegur. Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta TNI dan Polri,” paparnya. Nausrau mengutarakan Indonesia adalah negara yang berketuhanan. Seluruh investor yang hadir dari seluruh negara ke daerah tersebut harus paham dan taat terhadap aturan di Indonesia.

“Termasuk perusahaan PT SDIC. Mereka harus sadar bahwa ini di Indonesia bukan di China,” bebernya.
Kondisi ini, tambahnya, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Ia mengupayakan langkah cepat dari MUI dan seluruh organisasi gereja di daerah tersebut.
Praktik menyimpang yang dilaksanakan perusahaan semen yang beroperasi di Kampung Maruni, Kabupaten Manokwari, dinilai mengancam keimanan terutama bagi karyawan di perusahaan tersebut. (*2/PBOKE)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com