Portal Berita Papua Barat

2018, Bupati Bintuni Tekankan OPD Susun Proker Sesuai Kebutuhan Masyrakat

0 41
Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT, bersama keluarga dan didampingi wakilnya, saat gelaran Open House di kediaman jabatan, Selasa (26/12/17). Foto : Istimewa 

Bintuni,Papuabaratoke.com – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Ir. Petrus Kasihiw, MT, kembali menekankan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada lingkupnya, untuk menyusun Program Kerja (Proker) 2018, yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Hal ini dinyatkannya, lantaran Proker di tahun ini (2017), dinilai kurang tepat sasaran. Piet, sapaan akrabnya mengatakan, menjadi se-orang Aparatur Sipil Negara (ASN) melayani masyarakat merupakan suatu kewajiban.

“Nah, di APBD 2018, OPD harus menyusun Proker sesuai skala kebutuhan, bukan skalah keinginan. Sehingga Proker 2017 belum tercapai. Untuk itu, di 2018 harus lebih maksimal menyentuh masyarakat,” ujar Piet kepada awak media, di kediamannya, Selasa (26/12/2017).

Lebih lanjut dikatakan, penting bagi penjabat di suatu OPD sebagai perpanjangan tangan kepala daerah (Bupati, red), menggandakan waktu dan lebih rutin turun ke lapangan. Sehingga kata dia, akan memberikan dampak positif yakni tumbuhnya tingkat kepercayaan masyarakat pada kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

“Dari hasil evaluasi, ada OPD tertentu yang memiliki Proker, lebih banyak berkaitan dengan fungsinya sebagai lembaga, tapi tidak keluar dalam pelayanan umum. Jadi, lebih banyak untuk belanja aparatur, diklat, seminar dan rapat kerja, tapi yang menyentuh masyarakat kurang,” Cetus Bupati Piet.

Beberapa contoh, seperti kegiatan magang keluar daerah, Piet Menegaskan, Kepala Dinas dan perangkatnya wajib menyaring kelompok masyarakat dan melibatkan masyarakat.

“Dengan melibatkan masyarakat, begitu bisa tepat sasaran yang saya inginkan dan sesuai visi misi saya dalam untuk daetah ini,” imbuhnya.

Piet  berharap, dalam postur APBD T.A 2018 mendatang, dapat lebih baik dari postur APBD 2017. Yang artinya, program-program kerja sudah harus disusun dengan baik. Yaitu dengan satu metode penilaian yang baik dari sistem perencanaan dan penganggaran yang tepat sehingga mampu menjawab target pencapaian.

Baca Juga:  Korupsi Proposal Fiktif Terbongkar, Kepala BPKAD PB, Klaim Selalu Terapkan Aturan
Editor : Kris Tanjung
Penulis : Adrian Kairupan
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!