Portal Berita Papua Barat

Beasiswa Mahasiswa Tak Kunjung Cair, Ini Jawaban Pemkab Teluk Bintuni

0 49
Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Setda Teluk Bintuni, Lewi. Lazarus. Ibori, SH (Istimewa)

Manokwari,Papuabaratoke.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Teluk Bintuni, akhirnya angkat bicara ihwal aksi pemalangan asrama yang dilakukan oleh Puluhan Mahasiswa yang tergabung didalam BPH-IPMA-TB (Badan Pekerja Harian-Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Teluk Bintuni di Daerah Istimewa Yogayakrta.

Kepala Bagian Kesejahteraan (Kabag Kesra) Setda Teluk Bintuni, Lewi. Lazarus. Ibori, SH, yang berhasil dikonfirmasi Papuabaratoke.com, Sabtu (06/01/2018), melalui sambungan telpon selulernya mengatakan, sikap tegas dari para mahasiswa dari BPH-IPMA di D.I. Yogayakrta, patut diapresiasi.

Karena dinilai, menyuarakan aspirasi dan kritik terhadap ketidakpastian waktu penyaluran bantuan dana beasiswa bagi para mahasiswa yang berkota studi di luar kota dari bantuan Pendidikan Pemda Teluk Bintuni adalah hal yang wajar.

Mahasiswa Asal Bintuni Palang Asrama
Mahasiswa Asal Bintuni Palang Asrama – Pintu Gerbang Asrama Mahasiswa Bintun VI di D.I. Yogyakarta, yang dipalang atau disegel dan dipasangi sejumlah pernyataan kekecewaan, Jumat (05/01/2018).(Foto Ist)

Namun demikian, Kata Ibori, hal seperti ini tak perlu selalu diperdebatkan. Pasalnya, jikalau para mahasiswa pandai menuntut haknya, semestinya, juga tak mengabaikan Kewajiban.

Kewajiban yang dimaksud kata dia, adalah bagaimana mahasiswa diharapkan tepat waktu dan rutin mengikuti pendataan serta melengkapi persyaratan yang telah diinstruksikan Pemda Teluk Bintuni melalui Kesra Setda Bintuni dalam hal untuk mendapatkan bantuan dana beasiawa teraebut.

Sebagain organisasi yang menangani penyaluran dana bantuan beasiswa di setiap perwakilan Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Bintuni, tersebar di setiap kota studi diindonesia. Dan telah ditegaskan, bahwa mahasiswa yang mendapatkan hak bantuan dana beasiswa dari Pemda Teluk Bintuni wajib melampirkan persyaratan yang ditentukan

Antara lain, surat keterangan aktif kuliah dari perguruan tinggi yang bersangkutan, foto copy Kartu Rencana Studi (KRS) semester berjalan dan fto copy kartu Hasil Studi (KHS) 2 rangkap serta foto copy KTP asal Kabupaten Teluk Bintuni.

Tak hanya itu, lanjut dia, juga dilampirkan foto copy Kartu Keluarga (KK) yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Teluk Bintuni. Membuat Surat Permohonan Bantuan dana pendidikan yang ditujukan kepada Bupati Teluk Bintuni.

Baca Juga:  50 Peserta Ikut Audisi Gita Bahana Nusantara PB

Selain itu, Pemda Teluk Bintuni juga menambahkan, bagi mahasiswa/i yang sedang menjalin hubungan pacaran dengan wanita atau pria yang bukan berasal dari Kabupaten Teluk Bintuni tidak diperkenankan untuk mengajukan permohonan Bantuan dana pendidikan ini.

“Kecuali yang sudah menikah dan dapat dibuktikan dengan surat keterangan pernikahan dan dokumen kependudukan (KTP, dan Kartu Keluarga) yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni,” cetus Ibori.

“Dari poin-pion ini, masih banyak mahasiswa tidak melengkapi persyaratan. Seharusnya para mahasiswa mempercepat dan mempermudah proses validasi saat pendataan dengan menyerahkan semua persyaratan yang diminta,” sambungnya tegas.

Hal inilah menurut Ibori,  menjadi penyebab terjadinya keterlambatan. Karena pihaknya harus mengupdate dan mengecek kembali ribuan data dari para mahasiswa penerima dana bantuan beasiswa asal bintuni yang berstudi di luar kota tersebut.

“Kita tidak saling menyalahkan, apakah pemda yang salah karena terlambat bayar atau para mahasiswa yang salah karena tidak secepatnya melengkapi persyaratan untuk divalidasi,” pintanya.

Melalui kesempatan ini, dia menghimbau kepada seluruh Badan Pengurus Ikatan Mahasiswa Teluk Bintuni di semua kota study di Indonesia, agar kedepan mampu bekerja sama dengan baik bersama tim pemerintah Teluk Bintuni dalam hal ini bagian Kesra Setda. “Sehingga kedepan jangan ada keterlambatan lagi untuk menyerahkan semua persyaratan yang ditentukan,” jelas

Editor : Kris Tanjung
Penulis : Adrian Kairupan
Comments
Loading...
error: Content is protected !!