Portal Berita Papua Barat

Juara 1 Dunia Atasi Malaria, Bupati Kasihiw Hadiahi Kenaikan Pangkat Pejabat Dinkes Bintuni

0 203
Juara 1 Dunia Atasi Malaria
Juara 1 Dunia Atasi Malaria – Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw, MT didampingi Wakil Bupati Matret Kokop, SH saat menerima piala PBB yang disabet Dinkes Teluk Bintuni dalam progam penanganan Malari tingkat dunia, Senin (2/7/2018). (Foto: Nico/PBOKe)
Bintuni, Papuabaratoke.comJuara 1 Dunia Atasi Malaria.  Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir Petrus Kasihiw, MT memberikan hadiah kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi kepada para pejabat dinas kesehatan (Dinkes) setempat.

Juara 1 Dunia Atasi Malaria.  Pemberian kenaikan pangkat ini, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan pemerintah daerah (Pemda) Teluk Bintuni, khususnya kepada Kepala Dinkes dan timnya yang berhasil meraih juara satu dunia dalam program inovasi pelayanan publik tingkat internasional di Spanyol tentang pengobatan Malari secara tepat dan cepat.

“Saya akan memberi kenaikan pangkat istimewa satu tingkat bagi mereka (Pejabat Dinkes dan tim) yang berprestasi menyukseskan program kemanusiaan ini,” ucap Bupati Kasihiw saat memimpin apel gabungan yang dirangkaikan penyerahan piala dan piagam penghargaan yang diberikan PBB kepada Dinkes Teluk Bintuni, Senin (2/7/2018).

Bupati Kasihiw mengatakan, pihaknya mengaku sangat bangga dan terlebih seluruh masyarakat Teluk Bintuni dengan prestasi yang diraih tingkat dunia.

“Kita patut terimaksih kepada Bapak mantan Bupati dan wakil Bupati, mantan Kepala Dinkes. Ini berkat perjuangan, jasa mereka dan kerja kita semua,” pintanya.

Dan kata dia, dengan prestasi yang diraih ini, pihaknya akan memperjuangkan ke pemerintah pusat untuk membangun Malaria Center di Teluk Bintuni.

“Kita sudah raih prestasi dunia, maka pemerintah pusat harus membangun Malaria Center di Bintuni,” cetus Kasihiw.

“Sekali lagi terimakasih banyak buat Kepala Dinkes bapak Ekber Fakdawer, dan bapak kepala bidang pencegahan dan pemberatasan penyakit (P2P) Dinkes Teluk Bintuni, Franky Mobilala. Memang bapak-bapak dan tim layak mendapatkan penghargaan oleh negara dan pemda,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati mengajak OPD lain untuk semangat dan terus melahirkan inovasi yang mampu bersaing hingga kancah nasional dan dunia.

Diketahui, dari 25 inovator daerah seluruh Indonesia yang mengikuti Inovasi Pelayanan Publik tingkat Nasional, hanya dua daerah yang lolos untuk mengikuti final tingkat Internasional dan diundang Oleh PBB, yakni Kabupaten Teluk Bintuni yang meraih juara satu dan Jawa Timur sebagai juara dua.

Kabupaten Teluk bintuni merupakan satu-satunya daerah yang mewakili Indonesia untuk menerima penghargaan tingkat dunia.

Sementara Kabid P2P Dinkes Franky, mengatakan, materi presentasi yang disampaikan saat di Maroko adalah pengobatan yang cepat dan tepat serta akurat atau Early Diagnosis And Treatment (EDAT). Selanjutnya pada 22 Juni, dilakukan presentasi di gedung PBB dengan materi yang sama.

Penulis : Nico
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com