Portal Berita Papua Barat

Raja Fer dan Raja Matwaer Lantik IK3TB Teluk Bintuni

0 35
Lantik IK3TB Teluk Bintuni
Lantik IK3TB Teluk Bintuni – Suasana saat Badan Pengurus dan Dewan Adat Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni (K3TB) periode 2017/2022 dilantik secara sah oleh Raja Fer dan Raja Matwaer bertempat di gedung serba guna (GSG) Sterira Distrik Bintuni, kabupaten teluk Bintuni Papua Barat, Sabtu (14/4/2018). (Foto: Istimewa)
Bintuni, Papuabaratoke.com – Lantik IK3TB Teluk Bintuni.  Badan Pengurus dan Dewan Adat Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni (K3TB) periode 2017/2022 dilantik secara sah oleh Raja Fer dan Raja Matwaer bertempat di gedung serba guna (GSG) Sterira Distrik Bintuni, kabupaten teluk Bintuni Papua Barat, Sabtu (14/4/2018).

Acara pelantikan dimulai dengan Prosesi adat, dimana Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiuw bersama tua-tua adat suku kei di antaranya Raja Fer Drs. Abdul Hamid Rahayaan, Raja Matwaer Frans Renfaan, serta Wakil Ketua KMK (Kerukunan Maluku Tenggara) Sanusi Rahanighmas dan masing-masing ketua IK3 Sorong dan Fak-Fak, di jemput menggunakan perahu adat dan di iringi tari-tarian menuju tempat pelaksanaan.

Pasca dilantik oleh Raja Fer dan Matwaer dengan mengambil sumpah janji dan memakaikan gelang adat, Ketua IK3TB terpilih hasil Musda II yang dilaksanakan November lalu, Stephanus Balubun. Ia mengatakan bahwa dalam interaksi kehidupan sehari-hari pada masyarakat Kei, terdapat tiga nilai perekat, yakni falsafah ain ni ani yang dimaknai sebagai bentuk persaudaraan.

Falsafah foing fo kut, fauw fo banglu. Nilai foing fo kut ini bermakna menghimpun beberapa mayang kelapa lalu diikat jadi satu, dengan tujuan mendapatkan hasil pembakaran yang menghasilkan cahaya untuk menerangi kehidupan, sedangkan fauw fo banglu, bermakna kemampuan menciptakan “peluru” untuk dapat membentengi diri dalam menghadapi serangan dan filosofi wuut ain mehe ni ngifun, manut ain mehe ni tilur, yang bermakna bahwa semua orang Kei berasal dari satu keturunan. Dan juga tetap menjaga tiga komponen dalam kehidupan yakni adat istiadat, agama dan mendukung program pemerintah.

Sementara itu Ikatan Kerukunan Keluarga Kei Teluk Bintuni (IK3TB) dalam perjalanannya diharapkan dapat memberi sumbangsih yang besar terhadap pembangunan di daerah ini.

Demikian diutarakan koordinator 7 suku Abraham Wekaburi. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa khususnya di negeri sisar matiti ini peradaban orang kei sejak dahulu kala telah ada, dan bersama-sama membangun negeri ini melalui dunia pendidikan, kesehatan dan agama.

Lantik IK3TB Teluk Bintuni
Lantik IK3TB Teluk Bintuni – Acara pelantikan dimulai dengan Prosesi adat, dimana Bupati Kabupaten Teluk Bintuni Ir. Petrus Kasihiuw bersama tua-tua adat suku kei di antaranya Raja Fer Drs. Abdul Hamid Rahayaan, Raja Matwaer Frans Renfaan, serta Wakil Ketua KMK (Kerukunan Maluku Tenggara) Sanusi Rahanighmas dan masing-masing ketua IK3 Sorong dan Fak-Fak. (Foto: Istimewa)

“Orang Kei sudah ada sejak lama, dan ikut membangun negeri ini. Saya masih ingat beberapa marga yang punya peran dalam pembangunan. Ada rahayaan , leftungun, kasihiuw, silitubun,ohoilulin dan dan masih banyak lagi. Saya tidak akan pernah lupa sumbangsih mereka sebagai guru, petugas kesehatan dan tukang las yang membagi ilmu kepada masyarakat 7 suku. Dan semoga apa yang sudah ada kedepan dapat menjadi lebih baik lagi,” ujar Wekaburi.

Acara pelantikan ditutup dengan ramah tamah dan tarian sawat yang di ikuti oleh Bupati Teluk Bintuni bersama Tua-Tua Adat serta seluruh masyarakat yang hadir.

Penulis : Tim PBOKe
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!