Portal Berita Papua Barat

GKI Wondama Dorong Pembangunan Situs Religi Aitumeri

0 5
Situs Religi Aitumeri
Situs Religi Aitumeri – Situs Batu Peradaban yang Merupakan Bagian dari Situs Rohani Aitumeiri di Kabupaten Teluk Wondama. (Foto: Vio/PBOKe)
Wasior, Papuabaratoke.com – Situs Religi Aitumeri.  Pembangunan Situs Religi Aitumeri di Miei, Wasior Kabupaten Teluk Wondama mendesak dilakukan. Upaya ini penting untuk melindungi keberadaan situs bersejerah itu.

Ketua Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Wondama Pendeta Rosalie Wamafma mendorong Pemkab Teluk Wondama merealisasikan pembangunan situs rohani Aitumieri yang berada di Miei, Wasior.

Kata Wamafma, upaya tersebut penting dalam rangka menjaga dan mengamankan situs yang menyimpan banyak peninggalan penting tentang sejarah Pekabaran Injil di Tanah Papua itu.

“Masterplan sudah pernah dipaparkan oleh Bappeda kepada Badan Pekerja Klasis. Kapan kita bisa melihat itu kembali dan ada hal-hal apa yang perlu kami kasih masukan baik dari segi teologis, estetika, budaya dan semuanya itu menjadi satu padu,“ katanya.

Dorongan pembangunan situs juga disuarakan masyarakat Kampung Maniwak, Distrik Wasior.
Situs Aitumeiri merupakan tempat bersejarah bagi orang Papua. Sebab sekolah formal pertama kali didirikan di daerah ini. Sehingga membuat orang asli Papua bisa tahu menulis dan membaca.

Di tempat ini juga tersimpan berbagai peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarah Pekabaran Injil di tanah Papua. Salah satunya adalah Batu Peradaban.

Juga bangunan rumah yang pernah ditinggali para zendeling, bangunan sekolah lama dan beberapa bangunan bersejarah lainnya.

Situs Religi Aitumeri
Situs Religi Aitumeri – Situs Batu Peradaban yang Merupakan Bagian dari Situs Rohani Aitumeiri di Kabupaten Teluk Wondama. (Foto : Vio/PBOKe)

Di batu peradaban tersebut diyakini sebagai tempat zendeling asal Belanda Ishak Semuel Kijne menulis berbagai lagu rohani yang sekarang dipakai sebagai nyanyian rohani di setiap gereja GKI di Tanah Papua.

Bukit Aitumeiri juga dijuluki sebagai Situs Peradaban Orang Papua. Sayangnya, situs bersejarah ini terkesan tidak terawat. Rumput dan semak belukar tampak memenuhi areal situs.

Penulis : Vio
Editor : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!