Portal Berita Papua Barat

Konsep Pelayanan Konsumtif Di Wondama, Harus Dirubah Ke Pemberdayaan

0 22

Wasior, Papuabaratoke.com – Tujuan digulirkannya dana Otonomi Khusus (Otsus) ke kampung-kampung, salah satunya dalam rangka pemberdayaan masyarakat asli Papua. Namun sejauh ini pemanfaatan dana Otsus di Kabupaten Teluk Wondama belum menyentuh aspek pemberdayaan.

“Pemberdayaan belum kita lakukan secara baik di Wondama. Yang terjadi adalah masyarakat tergantung terus ke Pemda, selalu datang bawa proposal, “ kata Asisten Sekda Bidang Tata Pemerintahan, Jack Reynold Ayamiseba, Selasa (21 Juni 2017).

Menurut Ayamiseba, akar persoalan tidak hanya pada pola pikir masyarakat, tetapi juga konsep pelayanan Pemda yang hanya berorientasi pada aspek pelayanan konsumtif, bukan pemberdayaan.

Dicontohkan bantuan mesin ketinting (jonson) kepada nelayan asli Wondama dari program Dinas Kelautan dan Perikanan. Pembagian setiap tahun tidak dilengkapi evaluasi untuk mengukur keberhasilan ekonomi nelayan.

“Kita hanya berikan begitu saja. Rusak pun minta lagi kita kasih. Tidak pernah ada hal lain yang kita pikirkan,” ujarnya

“Contoh mungkin di kampung dibuat docking. Anak muda di kampung dilatih jadi montir untuk perbaiki jonson yang rusak. Ini jadi lapangan kerja, ada uang yang masuk dan ada life skill. Ada kemandirian,” paparnya lagi.

Paradigma dalam perencanaan program dan kegiatan dari orientasi proyek menjadi pro pemberdayaan harus dilakukan. Kepala distrik diminta berperan dalam pembinaan masyarakat kampung, terutama mengelola Dana Otsus.

“Dana besar ini harus bermanfaatbagi masyarakat, sehingga mereka tidak datang di kantor Bupati lagi. Semakin sedikit orang yang datang ke kantor Bupati, ini artinya Kepala Distrik berhasil.  Menurut saya seperti itu,” pungkas Ayamiseba.

Kepala Dinas PMK, Hendrik Rico Tetelepta, menekankan dana Otsus untuk kampung Rp.100 Juta, tak hanya untuk membangun infrastruktur, namun juga pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga:  Aparat Kampung Dilatih Operasikan Komputer

“Infrastruktur cukup dari Dana Desa atau dari SKPD yang bangun. Otsus itu pakai untuk Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan,” tutur Tetelepta. (VIO/PBOKe)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com