Portal Berita Papua Barat

Perempuan Wondama Diajak Perangi KDRT

0 27

Wasior, Papuabaratoke.com  – Kaum perempuan di Kabuapten Teluk Wondama, diimbau berani melaporkan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kepada pihak berwajib.

Proses hukum yang tegas bisa memberi efek jera kepada pelaku KDRT, sehingga diharapkan tidak terulang lagi kekerasan serupa.

“Perempuan korban kekerasan harus berani bicara. Jangan diam dan ditutupi karena merasa sebagai aib dalam rumah tangga,” ujar Metty Yolanda Lumy, Kabid Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Barat.

Metty tampil sebagai narasumber membawa materi tentang KDRT pada acara Penyuluhan Hukum Terpadu di gedung Sasana Karya di Isei, Kamis (27 Juli 2017).

Menurutnya, KDRT di Provinsi Papua Barat terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data Komnas Perempuan, KDRT di Papua Barat pada semester pertama Tahun 2016 mencapai 135 kasus.

Khusus di Papua Barat, beber Metty, sebagian besar kasus KDRT yang dialami perempuan tidak sampai ke pengadilan karena korban setuju diselesaikan secara kekeluargaan atau secara adat. Akibatnya kekerasan serupa sangat mungkin terjadi kembali.

“Kami terus mendorong agar diproses hukum. Kalau diselesaikan secara adat kami mohon LMA ikut berperan. Sebaiknya ada pernyataan di atas materai bahwa kekerasan itu tidak akan terjadi lagi,” paparnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB Kabupaten Teluk Wondama, Yulia Manusiwa Karubuy, menambahkan, berkaca dari pengalaman yang terjadi selama ini, penyelesaian secara adat cenderung merugikan kaum perempuan.

“Kita juga minta pihak kepolisian agar tidak menggangap laporan dari perempuan korban kekerasan itu sebagai hal yang sepele. Tetapi harus diproses sampai tuntas,” tandas Yulia. (VIO/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com