Portal Berita Papua Barat

Seperti Ini Aksi Peduli Legislator Asal Teluk Wondama bagi Siswa-Siswi SMA YPK Kaibi

0 31
Aksi Peduli Legislator Asal Teluk Wondama
Aksi Peduli Legislator Asal Teluk Wondama – Herman Sawasemariai (Paling Kanan) Anggota DPRD Teluk Wondama Sewaktu Menyerahkan Sumbangan Bahan Makanan untuk Siswa SMA YPK Kaibi.(Foto: VIO/PBOKe)
Wasior, Papuabaratoke.com – Aksi Peduli Legislator Asal Teluk Wondama.  Perhatian dan tindakan nyata ditunjukan salah seorang legislator DPRD Kabupaten Teluk Wondama, Herman Sawasemerai.

Dengan kemampuan swadaya, Herman menyalurkan bantuan bahan makanan untuk mendukung kegiatan pengayaan siswa-siswi SMA YPK Kaibi dalam menghadapi ujian nasional.
“Sumbangan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan. Saya dapat informasi kalau sekolah ini minta para orang tua membantu makanan untuk pengayaan jadi ada sedikit berkat, saya tergerak untuk membantu,” tutur.

Sumbangan yang disalurkan berupa beras, mie instan, minyak goreng, susu serta air mineral. Dan sejumlah bahan lainnya. Bantuan ini diterima langsung Kepala SMA YPK Agnes Saidui di kantor sekolah.
Menjadi seorang politisi, Herman membantah apa yang dilakukan juga punya kepetingan politik – dalam menyosialisasikan diri menuju pada pemilu 2019.

“Apa yang dilakukan ini murni untuk membantu agar kegiatan pengayaan di SMA YPK Kaibi bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Saya ini alumni YPK dan saya ini di Komisi A yang mitra kerjanya bidang pendidikan,“ tutur Herman.

Sejak didirikan 2013 lalu, hingga kini fasilitas penunjang pendidikan di SMA YPK Kaibi masih minim. Herman berharap, Pemkab Teluk Wondama melalui instansi terkait tidak menutup mata karena alasan pengelolaan SMA dan sederajat kini sudah di tangan pemerintah provinsi.

“Sekolah yayasan bukan negeri atau inpres jadi perlu ada perhatian dari Pemda. Apalagi yang sekolah di sini kan semua anak-anak Wondama sendiri,“ tandasnya. Pengayaan bagi siswa-siswi direncanakan berlangsung selama 25 hari, dan dimulai awal pekan ini. Pesertanya siswa kelas 12 sebanyak 72 orang yang sudah terdaftar sebagai peserta UN 2018.

“Mereka belajar dari pagi sampai siang seperti biasa. Sampai jam satu (13.00), kemudian break dan lanjut dengan pengayaan sampai jam 5 sore. Jadi butuh makanan untuk anak-anak dan para guru,“ kata Agnes.

Baca Juga:  Yoteni: Mulai Dari Regulasi dan Rekrutmen MRPB Penuh Tanda Tanya
Penulis : Vio
Editor : Razid
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com