Portal Berita Papua Barat

Suara Dan Harapan Masyarakat Wondama Dari HUT RI

2

Wasior, Papuabaratoke.com – Negeri kita Indonesia telah berusia 72 tahun tepat pada 17 Agustus 2017 kemarin. Beragam pesan dan harapan dititipkan warga Teluk Wondama terutama kepada pemerintah pusat agar rakyat di Tanah Peradaban orang Papua ini juga bisa menikmati manisnya buah kemerdekaan.

Maria Rumbiak, ibu rumah tangga asal kampung Aisandami, Distrik Teluk Duairi yang sehari-hari menggantungkan hidup dari hasil laut mengharapkan pemerintah sungguh-sungguh memperhatikan nasib orang kecil seperti petani dan nelayan terutama yang bermukim di daerah-daerah terpencil.

Selain berharap adanya bantuan berupa sarana untuk melaut, Mama Rumbiak, demikian panggilan akrabnya, juga mendambakan intervensi pemerintah untuk mendekatkan pasar sehingga nelayan maupun petani kecil seperti dirinya tidak kesulitan menjual ikan maupun hasil kebun.

“Supaya mama kalau mau jual ikan atau jual sayur tidak jauh-jauh. Cukup di kampung saja” ujar  janda beranak dua ini, sembari berharap pemerintah daerah memperbaiki kualitas layanan pendidikan dan kesehatan di wilayahnya.

Dwi Cantika Batari Priscila, pelajar SMAN 01 Wondama juga menitip pesan serupa. Meski mengakui Wondama terus mengalami kemajuan dalam banyak hal,  Cantika merasa masih banyak aspek yang perlu dibenahi termasuk dalam sektor pendidikan.

“Kita perlu guru yang berkualitas juga tambah fasilitas karena di sekolah-sekolah masih terbatas. Di sekolah saya, kalau praktik Tikom harus bergantian (karena peralatan terbatas),” terang Cantika yang juga seorang mayoret marching band di sekolahnya. Kendati masih banyak kekurangan dalam berbagai bidang, siswi kelas 12 ini mengajak generasi muda Wondama untuk tetap bersemangat mengisi kemerdekaan dengan melakukan hal-hal positif dan bermanfaat.

“Anak muda harus semangat untuk kejar cita-cita dan harumkan nama bangsa. Jauhi hal-hal seperti narkoba, miras dan pergaulan bebas,” ungkap Cantika.

Baca Juga:  Upacara Hari Kesaktian Pancasila Digelar Sederhana Di Wondama

Berbeda dengan keduanya, Bupati Bernadus Imburi justru merasa pemerintah pusat telah banyak memperhatikan pembangunan di Wondama. Listrik yang menyala 24 jam, jaringan komunikasi seluler yang sudah menjangkau hampir semua distrik juga transportasi yang semakin lancar yang sekarang dinikmati orang Wondama, menurut bupati  adalah wujud nyata perhatian pemerintah pusat.

“(Kapal) Tol laut sudah masuk sekarang harga barang mulai ditekan. Jadi itu semua sudah sangat membantu. Kita tidak bisa menuntut lebih karena pusat juga harus perhatikan semua daerah lain di Indonesia,” beber Imburi.

Dia berharap semua komponen rakyat Wondama mendukung pemerintah daerah sehingga mampu menjalankan pembangunan sesuai yang diharapkan masyarakat.(VIO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!