Portal Berita Papua Barat

Sulit Hadirkan Depot Pertamina, Warga Wondama Harap BBM Tak Lagi Langka

0 5

Wasior, Papuabaratoke.comMasalah BBM di kota Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, diharapkan teratasi dengan masuknya pasokan BBM dari Manokwari.

Meski demikian, BBM jenis Premium dan Pertalite belum dijual bebas di tingkat pengecer seperti dalam kondisi normal sebelumnya. Penjualan pun untuk sementara dilakukan di tingkat pangkalan.

Hingga akhir pekan kemarin, warga masih dibayangi kekhawatiran bakal kembali terjadi kelangkaan sehingga memilih membeli dalam jumlah banyak untuk persediaan.

Mereka berharap Pemkab Teluk Wondama mengambil langkah-langkah yang diperlukan agar kelangkaan BBM yang berujung pada terhambatnya aktivitas warga tidak terulang kembali.

“Kalau bisa Pemda bikin (depot) Pertamina disini agar kita tak lagi kesulitan BBM,” ujar A.Kuri, warga Rasiei, Senin (4 September 2017). Kepala Dinas Perindag dan UMKM Ekberson Karubuy, belum lama ini mengatakan, adanya depot Pertamina di Wondama sulit diwujudkan waktu dekat.

Salah satu alasannya karena tingkat pemakaian BBM di Wondama masih relatif kecil sehingga belum mencapai batas minimal untuk dibangun depot Pertamina.
“Karena kalau depot itu tangkinya harus besar. Kita di sini belum mencapai itu,” bebernya.

Sebelumnya, Fery Auparay, Ketua Himpunan Pengusana Migas Papua Barat, mengklaim kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Teluk Wondama sudah teratasi.
Menurutnya, kelangkaan BBM di Wondama bukan disengaja, namun lebih kepada keterbatasan tranporasi angkutan BBM dari Manokwari ke Wondama.

Dijabarkan, untuk mengukur harga BBM bukan dilihat sesaat dan harus memastikan kepada pengusaha atau agen minyak di Wondama, termasuk bertanya kepada pemda setempat.
“BBM disana sudah teratasi dan Jumat 1 September, BBM sudah masuk ke Wondama,” ujarnya.

Keberadaan Pelabuhan Anggrem di Manokwari, sebut Fery, merupakan pelabuhan rakyat sehingga saat kapal penumpang masuk, tak ada pengisian BBM yang dilakukan.

Ia menegaskan pernyataan anggota dewan belum lama ini terkait kekosongan BBM di Wondama, tidak bisa dijadikan ukuran.

Karena harus menanyakan langsung ke pemilik agen BBM resmi di Wondama.
“Bila perlu panggil saya dan bertanya kenapa BBM bisa kosong. Saya juga mantan DPR jadi tahu tentang kerja DPR,” tegasnya.

Ia mengaku pengiriman BBM ke Wondama sudah dilakukan untuk jenis subsidi 385 Ton, Polres Manokwari 40 Ton dan industri 20 Ton untuk perusahaan CBP.

Ia berharap lebih bijak jika mendapat informasi soal BBM di Wondama, langsung melalui agen minyak (disana), sehingga mendapat informasi yang benar-benar akurat. (VIO/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!