Portal Berita Papua Barat

Surat Tanda Tamat Prajabatan Hambat Ratusan Honorer K-1

1
Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Ujang P. Waprak

Wasior, Papuabaratoke.com – Sedikitnya 300 CPNS Kabupaten Teluk Wondama dari jalur K-1 (Kategori Satu), belum juga menerima SK PNS. Padahal mereka telah menyandang status CPNS sejak Tahun 2015.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat, Ujang P. Waprak, mengaku penerimaan SK PNS bagi CPNS dari jalur K-1 sudah terlambat. Sesuai aturan kepegawaian, batas waktu pegawai berstatus CPNS adalah dibawah dua tahun.

Pihaknya berupaya agar SK PNS K-1 bisa diserahkan dalam tahun ini juga. Menurutnya, belum semua CPNS K-1 memiliki Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Latihan (STTPL) menjadi faktor penghambat.

Pasalnya, ada sejumlah pegawai K-1 ternyata tidak ikut Diklat Prajabatan. Adapula yang meski ikut Prajabatan, namun tidak ikut ujian sehingga tidak bisa mendapat STTPL. Padahal STTPL menjadi salah satu syarat untuk penerbitan SK PNS.

“Beberapa tahun lalu tidak ada, sudah ada tapi prosesnya lambat. Sekarang sudah dibuat STTPL, semua sudah dapat. Sementara ini ada di BKN sudah dalam proses tinggal menunggu selesai,” ujarnya Selasa (15 Agustus 2017) di Wasior.

Ditambahkan, proses di BKN sudah sampai pada bagian akhir. Dirinya pun optimis SK PNS K-1 sudah bisa diserahkan dalam tahun ini. “Kalau tertunda sampai tahun depan, dia harus menunggu 4 tahun lagi,” pungkasnya.(VIO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!