Portal Berita Papua Barat

Tak Lagi Trauma Banjir Bandang, Warga Wasior Tatap Hidup Kedepan

0 35
Warga Wasior Tatap Hidup Kedepan
Warga Wasior Tatap Hidup Kedepan – Suasana Warga Kampung Rado Usai Ibadah, Rabu (4/10/2017). (Photo: VIO/PBOke)
Wasior, Papuabaratoke.comWarga Wasior Tatap Hidup Kedepan. Korban bencana Banjir Bandang yang menerjang kota Wasior dan sekitarnya 7 tahun silam, umumnya sudah bisa melupakan tragedi yang telah merenggut ratusan nyawa dan melululantakkan rumah dan harta benda mereka.

Di Kampung Rado yang merupakan salah satu kawasan terparah, warga setempat mengaku tidak ingin lagi melihat ke belakang. Kini mereka sudah bersemangat menata kehidupan baru yang lebih baik.
“Kejadian itu sudah 7 tahun lalu. Masyarakat merasa itu sudah berlalu. Kami merasa itu sudah kehendak Tuhan jadi tidak perlu terus-terus mengingat itu,” ujar Kepala Kampung Rado, Lodewik Manaruri, Kamis (5/10/2017).

Seiring berjalannya waktu, warga Rado juga semakin memiliki ketahahan menghadapi bencana. Setiap terjadi hujan lebat, mereka langsung waspada. Secara bergantian para laki-laki mengecek kondisi air di kali untuk memastikan ada tidaknya potensi terjadi banjir.

Warga Wasior Tatap Hidup Kedepan

“Sekarang masyarakat sudah sadar bahwa banjir juga bisa terjadi karena alam yang terganggu. Jadi kita semua harus jaga alam ini,” beber Ananias Numanderi, warga Rado. Akibat terjangan Banjir Bandang 2010 lalu, warga Rado kini menetap di Hunian Tetap (Huntap) pada sejumlah titik. Mereka terpaksa meninggalkan kampung lama karena rumah dan harta benda mereka semuanya hancur.

Dalam perspektif iman, musibah 7 tahun lalu itu dipandang sebagai peringatan dari Tuhan terhadap orang Wondama. “Bencana 7 tahun lalu itu bukan semata-mata bencana alamiah tetapi peringatan Tuhan karena banyak dosa, banyak kemunafikan dan kesombongan rohani yang kita lakukan,” tambah Pendeta J.E. Marlessi saat ibadah yang digelar Rabu (4/10/2017). (VIO/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com