Portal Berita Papua Barat

Dinilai Proyeksi Pendapatan TA 2018 Cukup Realistis

0 37
Dinilai Proyeksi Pendapatan TA 2018 Cukup Realistis
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Manokwari, Romer Tapillatu (Photo : ARF/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.comDinilai Proyeksi Pendapatan TA 2018 Cukup Realistis.  Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Manokwari Tahun Anggaran 2018 diproyeksikan sebesar Rp1,140 triliun. Dinilai realistis dan dapat dicapai.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Manokwari, Romer Tapilatu, Senin (25/9/2017) mengatakan, proyeksi pendapatan tersebut cukup realiatis. Karena ditunjang dengan potensi-potensi pendapatan yang bisa dimaksimalkan oleh pemerintah daerah.

“Tahun ke tahun pendapatan harus semakin baik. Contoh PAD. Kami pikir ada potensi yang cukup yang bisa menambah pendapatan. Misalnya retribusi parkiran, pajak hotel dan restoran, retribusi warung makan, pedagang kaki lima dan beberapa sumber lainnya,” ujarnya.

Kata Romer, realisasi PAD tahun-tahun sebelumnya berkisar 20-30 miliar saja. Kondisi ini tentu menggambarkan kemampuan pemerintah dalam mengelola pendapatan yang bersumber dari PAD. “Tahun 2017, kita proyeksikan PAD sebesar 63 miliar. Namun baru terealisasi 36 miliar,” terangnya.

Estimasi pendapatan sebesar 1,140 triliun, lanjut Romer, bisa dicapai. Pasalnya, telah optimalkan fungsi kelembagaan-kelembagaan yang bersentuhan dengan pemungutan pajak dan retribusi.
“Atas inisiatif DPRD, kita telah bentuk Badan Pendapatan Daerah terpisah dengan Keuangan dan Aset Daerah termasuk juga pembentukan PTSP (pelayanan terpadu satu pintu). Kedua lembaga ini pasti bekerja maksimal,” terangnya.

Menurut Romer, kelembagaan yang terbentuk harus didukung dengan regulasi pula. Sebab tanpa regulasi peran dari lembaga yang ada tidak akan optimal.
“Regulasi yang berlaku tahun-tahun sebelumnya harus direvisi sehingga relevan dengan kebijakan serta kondisi daerah sehingga PAD bisa meningkat,” terangnya lagi.

Di dalam dokumen KUA dan PPAS RAPBD 2018, tercatat total pendapatan sebesar Rp1,140 triliun ini, akan dialokasikan sekira 500 miliar untuk belanja modal atau belanja langsung. Dan sisanya untuk belanja tidak langsung. Dijadwalkan pembahasan APBD rampung pada November mendatang.

Baca Juga:  Maman Suherman Siapkan Inspirasi Untuk Anak Papua di Kampung Aipiri

“Prosentasinya perbandingannya hampir 50 : 50. Hampir 300 miliar pemerintah alokasikan untuk belanja pegawai. Kami harap belanja modal lebih banyak sehingga manfaatnya lebih untuk masyarakat,” pungkasnya. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com