Portal Berita Papua Barat

DPR PB Sikapi Aduan Masyarakat Tambrauw Terkait Penyalahgunaan Ijin Perusahaan

0 85
Aduan Masyarakat Tambrauw
Aduan Masyarakat Tambrauw – Ketua fraksi otsus DPR Papua Barat, Yan Anton Yoteni. (Foto : Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Aduan Masyarakat Tambrauw.  Agenda kegiatan penjaringan aspirasi masyarakat fraksi otsus DPR Papua Barat (DPR PB) akan diarahkan ke Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw dan Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.

Dalam kegiatan ini, fraksi otsus dibagi menjadi dua tim. Tim lainnya, mengunjungi Kota Sorong dan Kabupaten Sorong. Di sana, perwakilan DPR PB ini akan mendalami sejumlah inforasi yang disampaikan oleh masyarakat di masing-masing daerah.

Ketua fraksi otsus DPR PB Yan Anton Yoteni mengatakan kunjungan ke distrik Kebar dalam rangka mendalami informasi tentang dugaan penyalahgunan ijin yang dilakukan salah satu perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut. Pengaduannya telah disampaikan oleh masyarakat adat setempat ke DPR PB.

“kita akan kesana (Kebar). Ada perusahaan yang ijinnya adalah menanam jagung (perkebunan jagung) tetapi dalam prakteknya mengelola emas. Kita akan turun kesana,” kata Yoteni, Rabu (21/3/2018).
Yoteni belum bisa memberikan keterangan lebih soal dugaan penyalahgunaan ijin yang dilakukan perusahaan dimaksud. Ia mengatakan, informasi secara konprehensif akan disampaikan setelah melakukan pengecekan di lapangan.

Selain mengunjungi Distrik Kebar, lanjut Yoteni, tim fraksi otsus juga akan mengunjungi Kampung Wamesa, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.

Di sini, tim akan mendalami soal aduan masyarakat setempat terkait penebangan hutan bakau yang dilakukan salah satu perusahaan. Kampung Wamesa sempat menjadi pusat penanaman seribu bibit bakau.

Kawasan hutan bakau di Kampung Wamesa, Distrik Manokwari Selatan. Aktivitas penebangan Kawasan hutan bakau ini diadukan masyarakat setempat ke DPR PB. (Foto : Istimewa)

Upaya penyelamatan bakau ini dilakukan pada masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Bastian Salabay – Robert Hammar. Berbagai pihak yang konsen terhadap isu lingkungan pun ambil bagian dalam aksi tersebut.

“Ada perusahaan yang masuk ke kampung dan melakukan penebangan bakau membuat masyarakat resah. Aspirasinya sudah masuk. Setelah dari Kebar, kita akan cek. Kampung ini menjadi sasaran kunjungan berikutnya,” ujarnya.

Aktivitas penebangan hutan bakau di daerah tersebut dikhawatirkan menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan sekitar. Untuk itu, diingatkan akan aspek lingkungan harus menjadi perhatian utama termasuk penghormatan terhadap masyarakat adat setempat.

“Kita akan lihat surat-suratnya (perijinan), apakah sesuai peruntukannya atau tidak? Apakah ada penghormatan terhadap lingkungan serta masyarakat adat sekitar. Pelestarian lingkungan ini paling utama. Ada apa sampai hutan bakau ditembang,” ujar Yoteni lagi.

Ditambahkan, persoalan ini tidak boleh dianggap sepele. Oleh karena itu, ia meminta secepatnya pemerintah kabupaten Manokwari menyikapi persoalan tersebut.
“Kami mengajak juga kawan-kawan di DPRD Manokwari bisa turun ke sana biar. Masalah ini jangan dianggap remeh karena akan berdampak terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!