Portal Berita Papua Barat

DPRD Miris Melihat Siswa/i Belajar Di Lante Selama 7 Bulan, Gaji Honorer Guru Tak Manusiawi

0 137
SMPN VI Wosi Manokwari
Gaji Honorer Guru Tak Manusiawi – Beginilah tampak siswa/siswi Kelas VII SMP Negeri VI Wosi Manokwari saat duduk dan tengkurap sambil belajar. (Foto: Hanas Warpur/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Gaji Honorer Guru Tak Manusiawi.  Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Manokwari ke tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dalam kota Manokwari. Tiga sekolah itu adalah SMP Negeri 6 Wosi, SMPN Negeri 1 Fanindi dan SMP Negeri 2 Manokwari.

Dari kunjungan itu, DPRD menerima sejumlah aspirasi yang harus dijawab oleh pengambil kebijakan di daerah ini. Terutama aspirasi itu berkaitan dengan persiapan ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian akhir nasional (UAN) pada April 2018 mendatang. Satu yang sangat miris bagi DPRD ketika melihat secara langsung kondisi belajar di ruang Kelas VII G SMP Negeri 6 Wosi, Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari.

Disana DPRD temukan siswa-siswi hendak belajar dilante selama 7 bulan lamanya. Bahkan mereka terkejut karena ruang itu tanpa dilengkapi bangku dan meja sebagai sarana penunjang belajar mengajar.

“Sangat miris dan hampir saya menangis karena para siswa belajar dilante dengan cara tengkurap dan duduk sambil mengikuti mata pelajar dari guru mereka. Waduh, kondisi itu sangat mengganggu kesehatan para siswa itu, maka harus segera diatasi,” kata anggota Komisi A DPRD Manokwari, Ayu Bataray usai memantau kondisi ruang belajar tersebut kepada awak media, Selasa (27/3/2018).

Kunjungan kerja DPRD Kabupaten Manokwari ke tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dalam kota Manokwari, Selasa (27/3/2018).(Foto: Hanas Warpur/PBOKe)

Mewakili rombongan DPRD Manokwari, Ayu mengemukakan, kondisi belajar di SMP 6 Wosi sangat mendesak, maka diharapkan dinas pendidikan segera mengatasinya. Bila perlu satu minggu kedepan sudah ada bangku dan meja untuk menjawab persoalan di sekolah tersebut agar para siswa/I itu belajar dengan baik.

Tidak hanya itu, DPRD juga menerima keluhan adanya tenaga honorer dengan gaji tidak manusiawi dari tiga sekolah berbeda tersebut, bahkan satu dari tiga SMP itu gaji guru tenaga honorer menerima gaji per bulan Rp 500 ribu dan Rp. 700 ribu.

Para wakil rakyat itu, juga menemukan beberapa gedung bangunan SMP tidak layak difungsikan, misalnya seperti laboratorium komputer di SMPN 6. Kemudian ditemukan ada plafon yang sudah terlihat rusak, termasuk jendela pintu juga demikian.

Baca Juga:  39 Siswa SMPN VI Wosi Manokwari Tujuh Bulan Berlante Sambil Belajar

Untuk menjawab persoalan itu, DPRD akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten Manokwari agar serius melihat persoalan yang kini dialami pihak sekolah, terutama bagaimana menjawab kesiapan SMP yang sebentar lagi akan melaksanakan UAS dan UAN nanti.

Untuk diketahui bahwa kunjungan DPRD Manokwari dipimpin Wakil Ketua DPRD Manokwari Frangky Awom didampingi Romer Tapilatu, Ayu Batary, Trisyep Kambuaya. Juga didampingi dinas pendidikan.

Penulis: Hanas Warpur
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com