Portal Berita Papua Barat

DPRD Wondama Titip 3 Pesan Penting Untuk Eksekutif

0 6

Wasior, Papuabaratoke.comDPRD Kabupaten Teluk Wondama, memberi beberapa catatan kritis terkait kinerja pemerintahan selama periode Januari-Desember Tahun 2016.

Hal ini dirangkum jelas dalam pendapat akhir gabungan fraksi terhadap LPj Bupati dari pelaksanaan APBD 2016, yang dibacakan anggota DPRD, Fatly Tappi, saat Rapat Paripurna di Gedung DPRD Isei, Senin (28 Agustus 2017).

Pertama, rendahnya PAD yang dinilai dewan disebabkan ketidakmampuan jajaran eksekutif memaksimalkan potensi penerimaan dari pos retribusi daerah.Bupati diminta mengeluarkan Perbup yang mengatur tentang Retribusi Daerah.

Pasalnya, masih banyak objek yang seharusnya bisa dikenakan retribusi, namun tidak bisa ditarik pungutan karena belum ada payung hukum yang tetap.

Kedua, dewan mendorong Pemkab agar menginisiasi lahirnya industri kreatif dengan memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia melimpah di Wondama, serta mempermudah penerbitan ijin usaha.

Ketiga, memberi stimulus berupa pemberian modal usaha bagi pengusaha kecil yang berdomisili tetap di Wondama, agar uang yang dihasilkan tetap berputar di Wondama dan tidak dibawa ke luar daerah.

“Kami sarankan Bupati membuat langkah konkrit dengan mengefektifkan peran SKPD dalam menggali PAD,” kata Fatly.

Wakil Bupati Paulus Indubri, sewaktu membacakan jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi, mengaku penggalian retribusi maupun pajak daerah selama ini belum dilakukan secara optimal dan berdampak pada rendahnya PAD.

Salah satu upaya yang ditempuh untuk mendongkrak penerimaan dari retribusi daerah adalah dengan pengoperasian Pasar Sentral Iriati. (VIO/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!