Portal Berita Papua Barat

Fraksi Otsus Dukung Kejari Manokwari Ungkap Dugaan Penyalahgunaan Anggaran di Kesbangpol PB

0 80
Penyalahgunaan Anggaran di Kesbangpol PB
Penyalahgunaan Anggaran di Kesbangpol PB – Ketua fraksi otsus DPR Papua Barat, Yan Anton Yoteni. (Foto : Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Penyalahgunaan Anggaran di Kesbangpol PB.  Ketua fraksi otonomi khusus (Otsus) DPR Papua Barat Yan Anton Yoteni mengatakan tindakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari sangat tepat, untuk mengusut kasus dugaan penyalahgunaan anggaran di lingkup Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Barat.

“Apa yang telah dilakukan oleh Kejaksaan adalah signal akan sesuatu yang baik. Untuk menunjukan kepada semua orang tentang benar atau tidak, adanya penyelewengan. Fraksi otsus mendukung itu biar kebenaran terkuak, biar kita tidak seperti meraba kucing di dalam karung,” kata Yoteni, Rabu (21/3/2018).

Kejari Manokwari tengah menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran yang berkaitan dengan pembuatan peraturan daerah khusus (Perdasus) dan peraturan daerah provinsi (Perdasi) tentang rekrumten anggota Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB) dan kelembagaan MRPB Tahun Anggaran 2017.

“Masyarakat dari awal telah menilai bahwa ada penyalahgunaan (dana). Dugaan penyalahgunaan ini terkait sosialisiasi perdasus dan perdasi. Ini diluar dari Rp10 miliar untuk proses rekrutmen calon anggota MRPB,” ujar Yoteni seraya mengatakan dana sosialisasi regulasi tersebut berkisar tiga miliar rupiah lebih.

Proses rekrut calon anggota MRPB (2017-2022) berlangsung dalam waktu selama lebih kurang 5 bulan. Hasil seleksi tersebut meninggalkan persoalan. Dimana, 8 calon anggota yang tak lolos kini sedang berperkara di PTUN Jayapura, Papua.

Baca Juga:  Geledah Kantor Kesbangpol PB, Kejari Kantongi Bukti Kuat Jerat Calon Tersangka

Menurut Yoteni uang negara yang terserap untuk penyusunan regulasi tentang MRPB dan rekrutmen MRPB tergolong besar. Meski demikian, hasil akhir dari proses tersebut justru meninggalkan persoalan hukum. Ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut.

“Sudah memakan dana yang besar, waktu yang banyak, serta prosesnya seperti di ulur. Harusnya, proses ini tidak sampai 5 bulan. Ini mengindikasikan apa? Saya kira setelah yang ini (dana sosialisasi), itu (dana rekrutmen) juga dilhat,” ujar dia.

Fraksi Otsus, tambah Yoteni mendukung upaya penegakan hukum dalam kasus dugaan penyalahgunaan keuangan Negara di lingkup Kesbangpol.

“Mau besar atau kecil, itu dana satu paket. Sudah menyerap uang negara, baik perdasus maupun perdasi, dan proses rekrutmen juga menimbulkan persoalan. Kami mendukung upaya hukum,” imbuhnya.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!