Portal Berita Papua Barat

Jimmy Ijie: Pasar Modern Jangan Jual Sayur dan Ikan

2
Pasar Modern Jangan Jual Sayur dan Ikan
Anggota DPR RI, Jimmy Demianus Ijie bertatap muka dengan pedagang pasar Wosi, Sabtu (30/9/2017). (Photo: (ILO/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.comPasar Modern Jangan Jual Sayur dan Ikan.  Keberadaan pasar tradisional menjadi simbol perekonomian masyarakat di suatu daerah. Untuk itu, perlu ditunjang dengan fasilitas yang memadai sehingga nyaman untuk ditempati pedangan maupun bagi pembeli dalam bertransaksi.

Anggota DPR RI asal daerah pemilihan Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie mengatakan, tantangan yang dihadapi pedagang pasar tradisional adalah bersaing dengan pasar modern (mall). Hal itu, diungkapkan Jimmy ketika bertatap muka dengan pedagang pasar tradisional Wosi, Sabtu (30/9/2017).

“Pemerintah kabupaten harus lebih serius. Sumber dana banyak bisa bangun fasilitas pendukung pasar agar lebih baik, misalnya bangun MCK. Kita juga harus mendukung program Pak Jokowi, bangun pasar tradisional, menghalangi pasar-pasar modern jangan jual tomat, sayur, dan ikan biar ada peluang bisnis bagi masyarakat,” ujar Jimmy.

Kunjungan Jimmy di pasar tersebut adalah, dalam rangka reses guna menyerap aspirasi masyarakat. Reses menjadi agenda dan kegiatan kedewanan yang rutin dilakukan. “Kami berharap pemerintah menertibkan para pedagang yang membangun lapak-lapak dan kios-kios kecil di area yang sudah dilarang untuk berjualan,” ujar Nursia salah seorang pedagang rempah-rempah.

Pasar Modern Jangan Jual Sayur dan Ikan
Anggota DPR RI, Jimmy Demianus Ijie meninjau lokasi pasar Wosi, Sabtu (30/9/2017). (Photo: ILO/PBOke)

Keluhan lain dilontarkan salah seorang pedagang sembako, Yaser. Ia mengaku terpaksa berjualan di luar, karena tidak mendapatkan los atau tempat berjualan. “Sebenarnya bukan tidak mau berjualan di dalam dan ikut aturan pemerintah. Los-los sudah ada nama, kita takut nanti diusir. Tempat jualan yang disediakan tidak memadai,” tukasnya.

Jimmy mengatakan, permasalahan yang disampaikan pedagang pasar Wosi, sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Manokwari. Untuk itu, ia berjanji akan menyampaikan kepada bupati dan fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kabupaten Manokwari.

Baca Juga:  Sebelum Ke Mekah, Sekda Ingatkan CJH Tak Sekedar Cari Popularitas

Guna menjaga keharmonisan di lingkungan pasar Wosi, Jimmy mengimbau supaya tidak ada gap antara pedagang (asli) Papua dengan pedangang non Papua. “Hubungan antara pedagang harus baik. Percaya, rezeki sudah diatur Tuhan,” tutur Jimmy berpesan. (ILO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!