Portal Berita Papua Barat

Jimy Ijie Minta Program Sertifikat Tanah Lebih Transparan

0
Program Sertifikat Tanah Lebih Transparan
Program Sertifikat Tanah Lebih Transparan – Anggota DPR RI, Jimy Demianus Ijie
Manokwari, Papuabaratoke.comProgram Sertifikat Tanah Lebih Transparan. Persoalan sertifikat tanah masih menjadi bagian dari keluhan masyarakat di daerah ini. Meski memegang sertifikat, belum tentu lahan tersebut menjadi milik masyarakat. Belum lama ini, anggota Komisi II DPR RI, Jimy D Ijie, menerima keluhan warga dataran Prafi, Masni dan Sidey.

Mereka mangaku sertifikat tanah yang diperoleh tidak berguna karena lahannya malah digunakan untuk kepentingan perkebunan kelapa sawit. Anggota Fraksi PDI-P Komisi II DPR RI ini mengungkap pertemuan untuk membahas anggaran bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Senin (2/10/2017) laludi Jakarta.

Direncanakan, Senin (9/10/2017) nanti, akan digelar Pertemuan bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang, dengan melibatkan Badan Pertanahan Papua Barat di Manokwari.
“Pertemuan nanti membahas masalah sertifikat tanah di Papua Barat. Ada masyarakat mengeluh tanahnya belum bersertifikat. Kami ingin dengar langsung penjelasan Badan Pertanahan Provinsi Papua Barat tentang program memiliki sertifikat tanah bebas,” ujarnya, Sabtu (7/10/2017).

Ia mengungkap program sertifikat tanah yang dicanangkan Presiden, harus dilaksanakan tingkat Kementrian Agrarian dan Tata Ruang. Dimana, pengukuran dan sertifikat tersebut digratiskan Negara. Meski demikian, ia belum tau apakah program ini menjangkau masyarakat atau tidak. Sebab, saat bertemu warga Biryosi Manokwari, Jimy juga menerima aspirasi dan warga mengaku tidak mengatahui program tersebut.

“Masyarakat saja tidak mengetahui tentang program ini, berarti instansi terkait tidak melakukan sosialisasi sehingga informasi tidak sampai ke masyarakat,” bebernya. Ia menegaskan program tersebut tak boleh menjadi lahan bagi oknum-oknum yang sengaja mengambil keuntungan, dengan memungut bayaran dari masyarakat.
Baginya, program ini harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat dan tak boleh didiamkan. Jika perlu, dimuat dalam bentuk iklan di berbagai media massa agar diketahui masyarakat. (TIM/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!