Portal Berita Papua Barat

Kawal Persoalan Sampah, DPD RI Sambangi Pemda Manokwari

0 216
DPD RI Sambangi Pemda Manokwari
DPD RI Sambangi Pemda Manokwari – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), komite II Mamberob Yoshepus Rumakiek perwakilan Papua Barat (Kiri) menemui Kabid persampahan DLH Manokwari Fredy Rusamasau, (Kanan) dan Kepala seksi strategi dan kebijakan persampahan, John Fonataba dan Marinus Nauw, Jumat (2/3/2018).(Foto: Clemens Mandacan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – DPD RI Sambangi Pemda Manokwari.  Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI), komite II Mamberob Yoshepus Rumakiek perwakilan Papua Barat sambangi pemerintah daerah (Pemda) kabupaten Manokwari, Jumat (2/3/2018).

Kedatangannya menyikapi keluhan masyarakat pulau Lemon Distrik Manokwari Timur, yang menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sampah oleh pemda.

“Menanggapi aspirasi ini, saya pun sampaikan bahwa, saya harus bertemu pihak pemerintah dalam hal ini istansi terkait yang menangani masalah sampah di kota Manokwari. Kia musti kroscek jangan sampai pemda juga miliki kendala sehingga kita harus sama-sama bantu pihak pemda, kendalanya dimana, sehingga kami bisa dorong agar ada perhatian dari pemerintah pusat,” ucapnya, Jumat (2/3/2018).

Pemerintah kabupaten Manokwari melaui badan lingkungan hidup (BLH) yang menangani masalah persampahan di kabupaten Manokwari menyambut baik kedatangan anggota DPD RI komite II, Mamberob Yoshepus Rumakiek perwakilan Papua.

Menanggapi itu Fredy mengungkapkan pihaknya melalui DLH tengah berupaya maksimal membenahi persoalan sampah di Kabupaten Manokwari.

Baca Juga:  Menuju Manokwari "Nol Sampah" Pemda Lahirkan "Pemulung Keren"

“Dari hasil masterplan yang disusun dengan melibatkan tim dari universitas negeri Papua (Unipa), jumlah timbulan sampah 633 kubik per hari di kabupaten Manokwari. Kami belum maksimal mengangkut sampah-sampah tersebut dikarenakan kendala kami yakni armada (fasilitas pendukung yang masih minim), dari hasil perhitungan sesuai masterplan jika satu truk jalan satu kali kita butuh bak truk sampah (amrol) 110 bak dan kita butuh truk sebanyak 30. Dan truknya kurang kami siasati dengan menambah jam kerja (seef) sehingga kita naikan gaji dan upanyapun ditambah,” ungkapnya.

Dan lanjut dia, tahun lalu dan di tahun 2018 ini sudah ada pengadaan truk dan eksafator bantuan dari pemerintah provinsi Papua Barat.

Sementara John Fonataba Kepala seksi strategi dan kebijakan persampahan DLH Manokwari, tahun ini mengatakan studi kelayakan tempat pembuangan akhir (TPA), untuk dipindahkan.

“Jika anggaran untuk membeli kendaraan operasional masih bisa namun jika ditambah dengan operasional dan TPA tidak bisa karena anggaran kecil,” terangnya.

“Sehingga untuk pengelolaan tempat pembuangan akhir kami minta agar pemerintah pusat bantu kita dalam hal anggaran,” sambung dia.

Penulis : Clemesn Mandacan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com